SUARBERITA.COM - Gunung Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Kamis (25/6/2026) pagi. Meski kolom abu yang terlontar hanya mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, warga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya yang dapat menyertai aktivitas vulkanik tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperingatkan adanya potensi guguran lava dan awan panas di sejumlah sektor gunung yang dapat membahayakan masyarakat apabila aktivitas vulkanik meningkat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Syawaludin, melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat. Aktivitas letusan juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 36,3 milimeter dan berlangsung selama sekitar 35 detik.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36,3 milimeter dan durasi sekitar 35 detik,” kata Syawaludin dikutip dari Mediaindonesia, Kamis (25/6/2026).
Hingga saat ini status Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Namun, masyarakat diminta tidak lengah mengingat gunung api tersebut masih aktif dan berpotensi mengalami peningkatan aktivitas sewaktu-waktu.
PVMBG melarang warga, pendaki, maupun wisatawan memasuki area dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Kawasan tersebut dinilai berisiko terdampak material vulkanik yang dikeluarkan gunung.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lereng gunung diminta menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Masyarakat juga diimbau menutup sumber dan penampungan air bersih agar tidak tercemar abu.
Pemantauan aktivitas Gunung Ili Lewotolok terus dilakukan oleh petugas untuk memastikan perkembangan kondisi vulkanik dan memberikan peringatan dini apabila terjadi peningkatan aktivitas yang lebih signifikan.

