Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Gempa M6,8 Guncang Kumamoto Jepang, Puluhan Warga Terluka

Ulfa Safira28 Juli 202621.22 WIB
Gempa M6,8 Guncang Kumamoto Jepang, Puluhan Warga Terluka

SUARBERITA.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026). Gempa dangkal tersebut memicu guncangan kuat hingga menyebabkan kerusakan bangunan dan puluhan warga terluka.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer sehingga menghasilkan guncangan ekstrem. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat intensitas gempa mencapai Shindo 7, level tertinggi dalam skala intensitas Jepang.

"Dampak dari guncangan Shindo 7 merusak berbagai infrastruktur publik serta pemukiman warga secara masif. Laporan awal dari wilayah Hikawa mencatat setidaknya 50 warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit," ujarnya, dikutip dari CNBC.

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa, termasuk fasilitas publik dan bangunan bersejarah di wilayah Kumamoto. Aktivitas transportasi juga terganggu setelah layanan kereta cepat Shinkansen dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami setinggi satu meter di kawasan pesisir sekitar Laut Ariake dan Laut Yatsushiro. Namun, tidak ada laporan tsunami setelah kejadian tersebut.

Daryono menyebut gempa ini berkaitan dengan aktivitas Sesar Hinagu, yang juga berada dalam sistem zona sesar yang pernah memicu gempa besar Kumamoto pada 2016.

"Sesar Hinagu sendiri merupakan struktur sesar aktif di darat yang membentang dari wilayah tengah hingga barat daya Prefektur Kumamoto. Secara tektonik, sesar ini berkarakteristik geser mendatar mengiri (left-lateral strike-slip) dengan sedikit komponen vertikal (oblique-normal)," ujarnya.

Ia mengingatkan aktivitas gempa di wilayah tersebut masih perlu diwaspadai karena kemungkinan adanya gempa susulan. Masyarakat dan pemerintah setempat diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi aktivitas seismik lanjutan.

"Apabila akumulasi tegangan di segmen selatan tersebut masih tersimpan, potensi kemunculan gempa susulan yang cukup kuat dapat terjadi, mengulang pola krisis seismik beruntun sebagaimana rentetan gempa Kumamoto 2016. Atas dasar ini, masyarakat beserta otoritas lokal diimbau untuk terus berada dalam tingkat kewaspadaan tertinggi," jelasnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!