Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Gejolak Rupiah Ancam Stabilitas Biaya, BCA Perketat Benteng Likuiditas

Abd Munib12 Mei 202620.20 WIB
Gejolak Rupiah Ancam Stabilitas Biaya, BCA Perketat Benteng Likuiditas
SUARBERITA.COM - Pelemahan rupiah hingga Rp17.516,90 per dolar AS picu tekanan pasar keuangan domestik dan fluktuasi Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas biaya dana perbankan di tengah potensi arus modal keluar.

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merespons situasi tersebut dengan memperketat pengelolaan likuiditas dan risiko. Perseroan menegaskan fungsi intermediasi tetap dijaga melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh positif. Hingga Maret 2026, total kredit BCA mencapai Rp994 triliun.

Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan likuiditas ditempatkan pada instrumen yang aman dan likuid untuk menjaga ketahanan keuangan.

“Cadangan likuiditas sementara ditempatkan pada instrumen SBN dan pasar uang yang memiliki tingkat likuiditas yang baik,” ujarnya dikutip dari koranmanado.co.id, Selasa (12/5/2026).

BCA juga mengatur durasi portofolio serta menjaga posisi devisa neto tetap rendah guna mengendalikan risiko nilai tukar di tengah tekanan pasar global.

Kenaikan yield SBN, yaitu meningkatnya tingkat imbal hasil yang diminta investor akibat turunnya harga obligasi pemerintah. Hal tersebut turut menjadi indikator meningkatnya risiko pasar dan potensi kenaikan biaya dana perbankan.

Peneliti CORE, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelemahan rupiah menurunkan daya tarik imbal hasil riil SBN Indonesia dibandingkan US Treasury. Sehingga, pihaknya mendorong arus modal keluar dan menekan nilai tukar lebih lanjut.

Tekanan eksternal diperkirakan masih berlanjut dan berpotensi memengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional. Perbankan dituntut menjaga kehati-hatian agar gejolak pasar tidak merembet ke biaya pinjaman, investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!