Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

GBK Pecahkan Rekor! Raup Rp812 Miliar di 2025, Tertinggi Sepanjang 63 Tahun

Chaterina R19 Mei 202615.04 WIB
GBK Pecahkan Rekor! Raup Rp812 Miliar di 2025, Tertinggi Sepanjang 63 Tahun

SUARBERITA.COM - Rekor baru berhasil dicatatkan oleh pengelola kawasan Gelora Bung Karno. Sepanjang tahun 2025, Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) berhasil meraup pendapatan hingga Rp812 miliar, angka tertinggi sejak kawasan olahraga legendaris itu dikelola selama 63 tahun.

Capaian tersebut menjadi lonjakan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi, menyebutkan peningkatan itu didorong tingginya aktivitas di kawasan GBK sepanjang tahun. Dikutip dari Kumparan, (18/05/2026), “Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar RP 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun” ujar Hendry dalam keterangan tertulis.

Hendry Asandi menyebut peningkatan itu didorong oleh tingginya aktivitas di kawasan GBK sepanjang tahun. Tidak hanya digunakan untuk pertandingan olahraga, GBK kini juga rutin menjadi lokasi konser musik, pameran, festival budaya, hingga berbagai agenda nasional dan internasional.

Sejumlah fasilitas seperti Stadion Utama GBK, Indonesia Arena, Istora Senayan, hingga area komersial di kawasan disebut menjadi penyumbang utama pemasukan. Tingginya minat masyarakat terhadap event hiburan dan olahraga juga membuat tingkat penggunaan venue meningkat signifikan selama 2025.

Direktur Utama PPKGBK, Rakhamadi A. Kusumo, menyatakan pencapaian ini menunjukkan bahwa GBK tidak hanya berfungsi sebagai pusat olahraga nasional, tetapi juga berkembang menjadi kawasan publik modern yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain mengejar pendapatan, pengelola juga tengah fokus melakukan penataan kawasan, termasuk kawasan eks Hotel Sultan yang berada di lingkungan GBK. Penataan itu disebut menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset negara agar kawasan GBK semakin tertata dan produktif.

Dengan capaian tersebut, GBK kini menjadi salah satu contoh bagaimana fasilitas publik dan aset negara dapat dikelola secara lebih professional sekaligus tetap menjadi ruang terbuka yang dekat dengan masyarakat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!