Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Bola

FIFA Tetap Izinkan Bendera Pelangi pada Pertandingan Piala Dunia Iran vs Mesir di Seattle Meski Ada Protes

Dwipa S26 Juni 202615.47 WIB
FIFA Tetap Izinkan Bendera Pelangi pada Pertandingan Piala Dunia Iran vs Mesir di Seattle Meski Ada Protes

SUARBERITA.COM - FIFA menolak permintaan federasi sepak bola Iran dan Mesir untuk melarang masuknya bendera pelangi ke Stadion Lumen Field pada pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung Jumat malam waktu setempat. Keputusan tersebut diambil meskipun pertandingan bertepatan dengan perayaan Pride Week di Seattle, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu perayaan komunitas LGBTQ+ terbesar di negara tersebut.

Dikutip dari nypost.com (25/6/2026),FIFA mengatakan Piala Dunia 2026 merupakan ajang inklusif yang menyambut peserta dari berbagai latar belakang. Bendera pelangi dan simbol-simbol lain yang merepresentasikan orientasi seksual serta identitas gender diperbolehkan masuk ke stadion selama sesuai dengan Kode Etik FIFA. Sikap ini mencerminkan komitmen organisasi terhadap hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi di dalam venue pertandingan, meski otoritas penyelenggara terbatas pada area stadion, sementara perayaan Pride sepenuhnya merupakan inisiatif pemerintah kota Seattle.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dan Mesir secara tegas menolak segala bentuk aktivitas yang dianggap mendukung homoseksualitas. Presiden FFIRI Mehdi Taj dan pihak Mesir menyampaikan bahwa hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai budaya, agama, dan sosial masyarakat Muslim di kedua negara. Di Iran, hubungan sesama jenis dapat dihukum cambuk hingga hukuman mati, sementara di Mesir praktik serupa dikriminalisasi melalui pasal-pasal mengenai kesusilaan dan perbuatan cabul. Kedua negara meminta FIFA mempertimbangkan pandangan mereka agar tidak ada upacara atau promosi terkait isu tersebut di lingkungan pertandingan.

Meski demikian, FIFA tetap pada posisinya untuk tidak membatasi ekspresi fans. Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim untuk lolos ke babak 16 besar. Pihak penyelenggara Seattle menyatakan telah menyiapkan zona protes dan pengamanan ekstra untuk mengantisipasi potensi demonstrasi.Kasus ini menyoroti ketegangan antara prinsip universal hak asasi manusia yang diusung FIFA dengan norma-norma budaya dan hukum nasional peserta.

BACA SELENGKAPNYA: Jadwal pertandingan serta update tentang Piala Dunia di kategori BOLA WORLD CUP 2026 di website SUARBERITA

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!