Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Fakta fakta Perang Amerika-Israel dan Iran

Maindarto Sukowati3 Maret 202616.04 WIB
Fakta fakta Perang Amerika-Israel dan Iran

Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran meningkat tajam setelah serangan udara dan rudal gabungan AS–Israel terhadap berbagai target di Iran diikuti oleh serangan balasan besar‑besaran oleh Iran. Konflik ini telah menyebabkan jumlah korban jiwa dan luka yang signifikan, dampak langsung terhadap sekolah, rumah sakit termasuk Gandhi Hospital di Tehran, bandara, dan infrastruktur sipil lainnya, serta memicu penutupan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.

Pada 28 Februari 2026, militer AS dan Israel melancarkan serangan udara dan rudal yang menarget pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta struktur kepemimpinan Iran dalam operasi militer bersama yang disebut Operation Lion’s Roar. Serangan ini memicu balasan dari Iran yang melancarkan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, dan negara sekutu di kawasan Teluk sebagai respons atas agresi tersebut.

Berdasarkan data Palang Merah Iran, catatan korban akibat serangan AS dan Israel di Iran adalah sekitar 201 orang meninggal dan 747 lainnya luka‑luka di berbagai provinsi, termasuk efek serangan yang menghantam area pemukiman sipil.

Sebuah insiden tragis terjadi ketika serangan menghantam sekolah dasar putri di Minab, Iran, yang menyebabkan puluhan sampai ratusan korban meninggal dan luka‑luka di antara para siswa.

Dalam serangan balasan Iran, rudal Iran menghantam kawasan Tel Aviv di Israel yang menyebabkan korban meninggal dan puluhan luka‑luka di antara warga sipil, sementara serangan Iran juga menimbulkan korban di bandara dan fasilitas umum di negara Teluk seperti Uni Emirat Arab.

Media pemerintah Iran dan sejumlah laporan internasional telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya di Tehran. Khamenei, yang menjabat sejak 1989, dikabarkan meninggal bersama beberapa pejabat dan anggota keluarganya setelah serangan tersebut.

Beberapa laporan media lokal juga menyebutkan bahwa mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad turut meninggal dalam serangan di Tehran, namun informasi ini masih berkembang dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas internasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!