Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sport

Evolusi Pembalap: Dari “Mechanical Hero” ke “Data Athlete”

Chaterina R13 Februari 202614.10 WIB
Evolusi Pembalap: Dari “Mechanical Hero” ke “Data Athlete”
   Dalam layar, kita hanya dapat melihat mobil-mobil F1 yang melaju dengan kencang, pit stop yang super kilat, dan drama overtake pada tikungan terakhir. Akan tetapi dibalik itu semua, ada balapan yang tidak kalah menegangkan yaitu : balapan mengolah data.

   Penulis mengajak kalian untuk mengintip ke garasi dan melihat bagaimana teknologi F1 modern bekerja di belakang layar. Garasi F1 dulu identik dengan mekanik, toolbox, dan suara mesin. Namun sekarang gambarannya sedikit berbeda. Deretan layar monitor, grafik berwarna, engineer dengan headset, dan tim analisis yang serta ikut memantau dari pusat operasi jarak jauh.

   Data analytics di F1 dari Ray Data menjadi keputusan strategis. Dilansir dari rizalconsulting.id tim F1 memanfaatkan teknik cloud computing dan layanan analitik untuk menyimpan dan memproses data. Dan out-come nya: race angineer dan strategist tidak hanya melihat tabel kering tapi juga:
- grafik trend performa
- perbendingan pace dengan kompetitor
- indikator risiko degradasi ban


   Contoh keputusan yang dipengaruhi data analytics di F1: Timing Stop, Pemilihan Compunds ban, Manajemen tempo balap. Dengan kata lain tetap mengandung risiko, tapi risikonya diukur, bukan hanya diterka-terka. Dengan ini pembalap modern bukan hanya mengemudi, tapi: menginterpretasi telemetry, berkolaborasi dengan engineer,  dan mengambil keputusan strategis real-time.

   Andy Cowell, Chief Strategy Officer Aston Martin, mengatakan bahwa tantangan 2026 bukan hanya soal angka tenaga.“Ini bukan sekadar soal crank power atau baterai. Semuanya saling berkompromi—panas, keandalan, performa. Dan setiap menit pengembangan benar-benar berarti,” ujarnya. Salah satu perubahan paling revolusioner di regulasi musim 2026 ini yaitu dihapusnya DRS dan diganti dengan Overtake Mode. Sistem dorongan tenaga tambahan yang bisa digunakan pembalap ketika berada di jarak satu detik dari mobil depan.Selain itu, Pembalap juga diberikan bekal Boost Mode yang bisa diaktifkan kapan saja sepanjang satu putaran. 

   Dari sisi kompetisi, regulasi ini bisa diprediksi dapat mengacak-acak peta kekuatan tim. Meski dalam catatan waktu mobil 2026 diperkirakan sekitar satu hingga dua detik lebih lambat. Namun fokusnya kini tidak hanya kecepatan absolut, tapi kualitas balapan, strategi energi, dan kecerdasan pembalap.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!