Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Eskalasi Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat: Dari Ketegangan Berkepanjangan ke Operasi Militer Besar Pertengahan 2025-2026

Chaterina R6 Maret 202616.52 WIB
Eskalasi Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat: Dari Ketegangan Berkepanjangan ke Operasi Militer Besar Pertengahan 2025-2026

Perang 12 hari antara Israel dan Iran yang berlangsung pada 13-24 Juni 2025 yang diawali oleh serangan udara Israel pada 13 Juni 2025. Kini semakin memanas di antara Iran dan Amerika bersama Israel. Seperti yang dikutip KompasTv, Minggu, 1 Maret 2026 , serangan Amerika dan ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk kota Teheran. Serangan terjadi di tengah negosiasi terkait program nuklir dan rusak balistik Iran, setelah berminggu- minggu ancaman yang meningkat dari Washington.

Dengan terjadinya Perang Dunia II yang berakhir pada tahun 1945. Yang telah menjadi peristiwa paling berdampak dalam sejarah dunia. Perang Dunia II telah melibatkan 30 negara dan menyebabkan kematian lebih dari 50 juta orang ini menciptakan dinamika baru dalam hubungan internasional. Hubungan kedua negara antara Iran dan AS dimulai relatif dekat setelah Perang Dunia II, terutama karena minyak dan kepentingan strategis. Hubungan ini hancur setelah Revolusi Islam Iran 1979 yang menggulingkan Shah yang didukung AS. Sejak itu, AS dan Iran menjadi musuh yang tajam, Iran menyebut AS sebagai “Great Satan”.

Lalu terjadinya transformasi hubungan Israel-Iran terjadi setelah Revolusi Islam 1979. Dimana pemerintahan baru Iran memutus seluruh hubungan diplomatik dengan Israel dan menjadi anti-Zionisme sebagai bagian dari identitas politik negara. Israel tidak lagi dipandang sebagai mitra strategis, melainkan sebagai lawan ideologis dan politik. Semenjak saat itu, hubungan kedua negara bergerak dalam pola permusuhan yang dipengaruhi faktor ideologi, keamanan, dan perebutan pengaruh regional.

Kemudian, inti dari meletusnya konflik 13 Juni 2025 antara Iran dan Israel adalah kekhawatiran Israel terhadap program nuklir Iran. Didukung oleh Amerika Serikat. Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Berdasarkan laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada 2024. Iran memperkaya uranium hingga mencapai 60% dimana hal ini memungkinkan untuk pembuatan senjata nuklir, dilansir dari Winni Code, Kamis, 19 Juni 2025. Konflik langsung pecah ketika Israel melakukan serangkaian serangan udara ke Iran, termasuk ke Teheran, yang mengakibatkan banyak korban sipil dan militer.

Persaingan geopolitik, intervensi militer regional, rivalitas ekonomi antara kekuatan besar, serta retorika konfrontatif semuanya berkontribusi pada atmosfer ketidakpastian internasional. Dimana ancaman ini terjadi karena konflik skala besar semakin meningkat. Meletus atau tidaknya menjadi perang dunia bergantung pada keputusan politik, diplomasi aktif, dan upaya komunitas internasional dalam meredakan ketegangan yang terjadi.

               

 

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!