SUARBERITA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan langkah maju dalam program energi nasional dengan memperluas uji coba bahan bakar biodiesel B50 ke sektor pertambangan, khususnya pada alat berat. Hasil sementara dari uji coba yang dimulai awal tahun ini menunjukkan performa yang sangat menjanjikan.
Dilansir dari laporan resmi Kementerian ESDM, penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan kinerja yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin. Hingga akhir Maret 2026, pengujian ketahanan dinamis telah mencapai lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan yang disebabkan oleh kualitas bahan bakar. Sektor pertambangan diprioritaskan karena penggunaan alat berat dengan intensitas kerja tinggi dinilai mampu menguji ketahanan bahan bakar dalam kondisi ekstrem.
Meskipun hasil uji coba positif, mandatori B50 untuk sektor pertambangan diperkirakan akan menaikkan beban biaya produksi. Plt. Direktur Eksekutif APBI menyebutkan potensi kenaikan biaya produksi tambang batu bara sekitar US$2 per ton akibat penggunaan bahan bakar ini.

