SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto pulang dari kunjungan kenegaraan ke Prancis dengan membawa sejumlah “oleh-oleh” bagi Indonesia. Selain mempererat hubungan diplomatik kedua negara, lawatan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$3,5 miliar setara Rp61,25 triliun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qodari mengatakan sejak awal kunjungan ke Prancis dimaksudkan menghasilkan kerja sama konkret dan berdampak langsung bagi pembangunan nasional.
“Pemerintah sebelumnya sudah menyampaikan sejumlah target yang ingin dicapai, mulai dari bidang pertahanan, pendidikan, energi, hingga pemanfaatan mineral kritis. Alhamdulillah, berbagai target tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata,” kata Qodari dikutip dari Antara, Senin (1/6/2026).
Menurut dia, salah satu fokus pemerintah memastikan setiap kerja sama selain berorientasi pada transaksi ekonomi sekaligus mendorong penguasaan teknologi.
“Yang paling penting bukan hanya membeli produk atau teknologi, tetapi bagaimana terjadi transfer teknologi sehingga kemampuan industri nasional semakin meningkat,” ujarnya.
Empat hasil lawatan yang dimaksud dalam lawatan Prabowo kali ini antara lain:
Pertama, pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC) oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan MEDEF International. Forum ini ditujukan untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral.
“Forum ini menjadi jembatan baru bagi dunia usaha kedua negara untuk mempercepat realisasi investasi dan meningkatkan perdagangan,” kata Qodari.
Kedua, kerja sama PT Pertamina dengan SLB dalam pengembangan teknologi migas dan energi bersih berbasis inovasi serta kecerdasan buatan.
Ketiga, kemitraan Pertamina dengan TotalEnergies yang mencakup energi terbarukan, LNG, biofuel, hingga proyek rendah karbon.
Keempat, proyek pembangunan pabrik radar “Made in Indonesia” melalui kerja sama PT Len Industri dan Thales.
“Kerja sama pertahanan ini sangat penting karena tidak hanya memperkuat sistem pertahanan nasional, tetapi juga membuka peluang alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Qodari.
Dengan berbagai kesepakatan yang tercapai, pemerintah berupaya merealisasikan hasil kunjungan agar segera dirasakan masyarakat dan industri nasional.

