SUARBERITA.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan.
Sebanyak empat anak korban menerima beasiswa masing-masing senilai Rp50 juta. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut diberikan sekaligus dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.
"Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita satu orang Rp 50 juta, totalnya dengan keluarganya Rp 300 juta. Hari ini kita serahkan, langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap," kata Amran saat penyerahan beasiswa di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9/2026), dikutip CNBC Indonesia
Amran berharap bantuan tersebut dapat menjadi tabungan pendidikan bagi anak-anak korban, baik untuk kebutuhan sekolah maupun melanjutkan kuliah.
Selain beasiswa, pemerintah juga memberikan kesempatan kerja kepada tiga anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka mendapat kesempatan bekerja di Perum Bulog setelah disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bulog Achmad Rizal Ramdhani.
"Ada tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai (pendidikan) kita pekerjakan, diterima kerja di Bulog. Terima kasih, Pak Dirut, yang masih sekolah kita beri beasiswa," ujarnya.
Sebelumnya, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Wli Mbuik (25), meninggal dunia setelah ditembak kelompok bersenjata pada Rabu (9/9/2026).
Ketiganya saat itu sedang menjalankan tugas di lapangan, di antaranya menyalurkan bantuan ternak, memeriksa lahan untuk program cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan kepada masyarakat.
Ketiga ASN tersebut dilaporkan dihadang kelompok bersenjata saat melintas di Distrik Muliama. Setelah itu terdengar suara tembakan dan ketiganya menjadi korban.

