Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Teknologi

Ekspor Otomotif Indonesia Digenjot, Mendag Bidik Pasar GCC hingga Amerika Latin

Abd Munib13 Agustus 202615.00 WIB
Ekspor Otomotif Indonesia Digenjot, Mendag Bidik Pasar GCC hingga Amerika Latin

SUARBERITA.COM - Pemerintah terus menggenjot ekspor otomotif Indonesia dengan memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan dengan negara mitra.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pelaku industri otomotif perlu memanfaatkan fasilitas perdagangan yang tersedia. Tujuannya untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia.

“Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra,” ujar Budi dijutip dari Antara, Rabu (12/8/2026).

Budi menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekspor otomotif, peluang pasar baru, serta berbagai kendala yang dihadapi industri dalam meningkatkan penetrasi pasar internasional.

Salah satu pasar yang menjadi perhatian pemerintah adalah kawasan Teluk. Indonesia tengah mengupayakan penyelesaian kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC).

Budi menargetkan proses kerja sama tersebut dapat selesai paling lambat November 2026. Penyelesaian perjanjian diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

“Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat,” katanya.

Selain kawasan Teluk, Amerika Latin juga dinilai memiliki potensi besar bagi ekspor otomotif Indonesia. Namun, akses ke Meksiko masih menghadapi kendala karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Karena itu, Budi meminta pelaku usaha mengoptimalkan pasar yang sudah memiliki kerja sama perdagangan. Peru menjadi salah satu negara yang dapat dimanfaatkan melalui Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).

Pemerintah juga mempercepat layanan ekspor melalui sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA). Otomatisasi SKA preferensi telah diterapkan untuk ekspor ke Uni Emirat Arab, Hong Kong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan.

Budi memastikan pemerintah akan terus membuka ruang komunikasi dengan pelaku industri agar hambatan perdagangan dapat segera ditangani.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!