SUARBERITA.COM - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai target karena telah mencapai 5,29 persen year-over-year (yoy) pada kuartal II tahun 2026. Pada triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen yoy. BI memproyeksikan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi membaik pada akhir tahun 2026.
Dilansir dari VIVA News & Insights, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan pers pada Kamis (6/8) mengatakan, “Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.”
Lebih lanjut, Ramdan menjelaskan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh permintaan domestik yang sejalan dengan kebijakan pemerintah. Menurut Ramdan, aktivitas ekonomi domestik turut dipengaruhi oleh jasa dan barang yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ramdan juga menjelaskan pengaruh ekspor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi lapangan usaha, berbagai sektor menunjukkan pertumbuhan yang baik seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, akomodasi, serta makanan dan minuman menjadi kontributor peningkatan ekonomi. Meski masih terdapat kekurangan, pemerintah berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi supaya lebih baik.

