Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Dua Calon Pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Wafat dalam Latihan Militer

Moh Wasil Haqqullah23 Juni 202621.55 WIB
Dua Calon Pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Wafat dalam Latihan Militer

SUARBERITA.COM - Kementerian Pertahanan RI menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Keduanya meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Kemiliteran di satuan pendidikan TNI pada Juni 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan peristiwa tersebut melalui siaran pers, Selasa (23/6/2026). Peserta pertama, Anisa Muyassaroh, yang berlatih di Rindam VI/Mulawarman, dinyatakan meninggal akibat heat stroke pada 18 Juni 2026. Sementara itu, peserta kedua bernama Yonanda Muhammad Taufiq, yang menempuh pendidikan di Puslatpur Kodiklatad, meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026.

Pihak Kemhan menegaskan bahwa sebelum mengikuti program Latsarmil, seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan yang menyatakan mereka memenuhi syarat. Sebagai bentuk tanggung jawab, kementerian bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. "Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," ujar Rico dalam rilis resminya di Kompas.com, Selasa (23/6/2026). Ke depan, kementerian berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut, meliputi seleksi kesehatan, pengawasan medis, hingga sistem pelaporan untuk memastikan keselamatan peserta.

Tragedi ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah dalam menyelenggarakan program pengabdian nasional. Kemhan berkomitmen menyempurnakan aspek keamanan dan kesehatan dalam Latsarmil agar program pembinaan sumber daya manusia bagi Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berlangsung lebih profesional dan akuntabel di masa mendatang demi melindungi keselamatan para peserta.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!