Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Drama China Kian Digemari, Satgas PASTI Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Nonton Dracin Sudah Masuk Penyelidikan Polisi

M Rayhan Wildani K30 Juni 202608.46 WIB
Drama China Kian Digemari, Satgas PASTI Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Nonton Dracin Sudah Masuk Penyelidikan Polisi

SUARBERITA.COM - Popularitas drama China atau dracin yang terus meningkat belakangan ini ternyata dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan. Tren yang awalnya hanya menjadi hiburan kini dijadikan umpan untuk menjaring korban dengan iming-iming penghasilan tambahan hanya dari menonton tayangan favorit mereka.

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengungkapkan, modus tersebut kini telah masuk ke tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, jumlah korban maupun total kerugian yang ditimbulkan masih terus didata.

"Kami mengungkap bahwa kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan di salah satu Polda. Untuk jumlah korban dan total kerugiannya, saat ini masih dalam proses perhitungan," ujar Sekretaris Satgas PASTI, Hudiyanto, dalam acara Journalist Class, dikutip dari liputan6 Selasa (30/6/2026).

Hudiyanto menjelaskan, pelaku biasanya menawarkan pekerjaan paruh waktu melalui media sosial atau aplikasi pesan singkat. Korban dijanjikan komisi hanya dengan menonton drama China atau film tertentu. Namun setelah kepercayaan korban terbentuk, mereka diminta menyetor sejumlah uang dengan alasan membeli hak tayang agar bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Padahal, menurut Satgas PASTI, di situlah letak penipuannya. Uang yang disetor korban justru masuk ke rekening pelaku, sementara keuntungan yang dijanjikan tidak pernah benar-benar ada.

"Awalnya masyarakat ditawari pekerjaan paruh waktu. Setelah itu, mereka diminta membeli hak tayang dengan janji akan memperoleh keuntungan dari setiap penayangan," tutur Hudiyanto.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana pelaku kejahatan terus mengikuti tren yang sedang digemari masyarakat. Jika sebelumnya modus penipuan berkedok investasi, like and subscribe, hingga tugas memberi ulasan produk marak terjadi, kini minat masyarakat terhadap drama China pun dijadikan celah untuk menjalankan aksi serupa.

Karena itu, Satgas PASTI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan keuntungan besar dari aktivitas sederhana seperti menonton video atau drama. Terlebih jika di tengah prosesnya korban diminta mentransfer uang terlebih dahulu.

"Kalau ada penawaran yang mengharuskan kita menyetor uang dengan janji mendapat keuntungan, masyarakat harus berhati-hati. Itu merupakan salah satu modus yang kerap digunakan pelaku," tegas Hudiyanto.

Satgas PASTI mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas setiap penawaran pekerjaan maupun investasi yang diterima. Jangan mudah percaya pada janji keuntungan instan, karena di balik tren yang sedang populer, pelaku kejahatan digital terus mencari cara baru untuk memperdaya calon korbannya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!