SUARBERITA.COM - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) bekerja sama dengan Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation menggelar pelatihan keterampilan cetak sablon bagi penyandang disabilitas. Hal itu dimaksudkan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan memperluas akses pemberdayaan yang inklusif.
Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan kesempatan yang lebih merata bagi penyandang disabilitas agar dapat terus berkarya dan berkontribusi dalam aktivitas ekonomi.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendorong pemerataan kesempatan agar teman-teman disabilitas dapat terus berkarya dan berkontribusi nyata dalam kegiatan ekonomi,” kata Adi dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2026).
Pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar cetak sablon yang dapat diterapkan secara langsung. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi modal bagi peserta untuk memperoleh sumber pendapatan baru, membuka usaha mandiri, maupun meningkatkan peluang bekerja di sektor terkait.
Menurut Adi, selain memberikan keterampilan teknis, program ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis yang aplikatif, tetapi juga peningkatan kepercayaan diri,” ujarnya.
Dia menambahkan, program tersebut menjadi bukti bahwa PERURI tetap berkomitmen menjalankan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan keterampilan yang mampu mendukung kemandirian ekonomi, seiring dengan transformasi yang tengah dilakukan perusahaan.
Sementara itu, Founder KTI Foundation, Inaraya, menilai keterampilan sablon memiliki prospek yang baik karena relatif mudah dipelajari dan memiliki peluang usaha yang menjanjikan.
“Masih banyak penyandang disabilitas dengan potensi dan semangat tinggi yang belum mendapatkan akses pelatihan yang tepat. Keterampilan sablon ini bisa menjadi bekal yang sangat relevan bagi mereka, baik untuk merintis wirausaha maupun bekerja di sektor percetakan,” kata Inaraya.
Melalui kegiatan tersebut, PERURI dan KTI Foundation berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem yang lebih ramah disabilitas.

