SUARBERITA.COM - Sebagai salah satu donatur pesawat pertama yang terbang di
Indonesia, sosok Nyak Sandang menghembuskan nafas terakhirnya di usia 100. Menurut
laporan Nyak Sandang ikut menyumbangkan harta kekayaannya untuk Indonesia dalam
proses pembelian pesawat terbang pertama Indonesia.
Pihak dari keluarga cucu Nyak Sandang, Ataillah menyampaikan
bahwa almarhumah meninggal karena faktor usia dan bukan karena penyakit berat.
“ Kondisinya memang sudah melemah, tapi bukan sakit parah yang
harus dirawat di rumah sakit. Usia beliau genap sekitar 100 tahun,” ujarnya.
Sosok Nyak Sandang di anggap sebagai tokoh masyarakat di aceh
dan menjadi sorotan di tanah air atas dasar jasanya sebagai salah satu donatur
penyumbang harta kekayaannya untuk pembeliaan pesawat terbang pertama di tanah
air.
Diketahui, Nyak Sandang menyumbangkan sepetak tanah dan 10 gram
emas dengan harga Rp. 100 pada saat usia 23 tahun. Selain sebagai donatur
pesawat terbang pertama di Indonesia, sosok Nyak Sandang juga berperan membantu
melawan penjajah dengan tugas sebagai kepala kelompok pengintai di Aceh. Beliau
juga pernah di undang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan
terebut Nyak Sandang mengajukan tiga permintaan yaitu operasi katarak,
pembangunan masjid, serta naik haji dan umrah. Ketiganya di kabulkan oleh
Presiden Jokowi.
Pada agustus lalu juga Nyak Sandang diberikan tanda kehormatan
Bintang Jasa Utama di Istana negara oleh Presiden Prabowo. Penghargaan itu diberikan
sebagai bentuk jasa dari Nyak Sandang dalam bidang perjuangan kemerdekaan dan
kemandirian transportasi udara nasional.