Jakarta – Dalam rangka membantu masyarakat memperoleh Informasi selama
pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Divisi Humas Polri membentuk Satgas Humas
Operasi Ketupat 2026. Ada 44 personel yang dilibatkan dalam satgas ini.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Rabu (11/3/2026). Menyebut Satgas
"Ini kegiatan kalender Kamtibmas rutin yang kita laksanakan setiap tahun. Harapannya dari tahun ke tahun ada peningkatan kualitas, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat," kata Isir di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan operasi menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, Ini sesuai harapan Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo). Dia juga mengatakan humas berperan mengelola informasi dan komunikasi publik sehingg terkait arus mudik, pelayanan masyarakat, serta keamanan dapat tersampaikan secara cepat dan akurat.
Personel Satgas Humas akan bertugas di posko pusat serta sejumlah subsatgas seperti multimedia, pengelolaan informasi dan dokumentasi (PID), serta penerangan masyarakat (Penmas). Selain itu, tim Unit Kecil Lengkap (UKL) akan diterjunkan ke sejumlah titik prioritas jalur mudik.
"Tentunya dibutuhkan kolaborasi dengan kawan-kawan Satgas Humas yang ada di struktur operasi daerah, yaitu di tingkat Polda demikian juga yang ada di tingkat Polres. Banyak hal yang kemudian harus bisa dipotret oleh rekan-rekan," jelas Isir.
Selain menyampaikan informasi lalu lintas dan kondisi jalur mudik, Satgas Humas juga diminta untuk menginformasikan pemanfaatan hotline 110. Dia juga meminta Satgas melakukan sosialisasi keamanan rumah saat ditinggal mudik.
"Tolong yang ada di Posko memonitor kalau ada yang kemudian dia padat, macet, kemudian diarahkan keluar lagi nanti masuk lagi di gerbang tol mana, harapannya kemudian informasi ini bisa dimonitor terus oleh para warga kita yang sedang bergerak," kata Isir.
"Punya kita punya ada teknologi, entah itu WA blast, SMS blast, sampaikan tadi informasi simpel terkait dengan rekayasa lalu lintas menghindari titik perjumpaan kemacetan atau stuck. Lebih awal sudah bisa diinformasikan kepada masyarakat dan warga bisa kemudian mengantisipasi," sambungnya.
Dia meminta personel memantau perkembangan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk disampaikan kepada masyarakat. Dia meminta jajaran Humas Polri bekerja dengan setia dan ikhlas.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Mudik 2026 mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Rabu (11/3/2026). Menyebut Satgas
"Ini kegiatan kalender Kamtibmas rutin yang kita laksanakan setiap tahun. Harapannya dari tahun ke tahun ada peningkatan kualitas, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat," kata Isir di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan operasi menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, Ini sesuai harapan Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo). Dia juga mengatakan humas berperan mengelola informasi dan komunikasi publik sehingg terkait arus mudik, pelayanan masyarakat, serta keamanan dapat tersampaikan secara cepat dan akurat.
Personel Satgas Humas akan bertugas di posko pusat serta sejumlah subsatgas seperti multimedia, pengelolaan informasi dan dokumentasi (PID), serta penerangan masyarakat (Penmas). Selain itu, tim Unit Kecil Lengkap (UKL) akan diterjunkan ke sejumlah titik prioritas jalur mudik.
"Tentunya dibutuhkan kolaborasi dengan kawan-kawan Satgas Humas yang ada di struktur operasi daerah, yaitu di tingkat Polda demikian juga yang ada di tingkat Polres. Banyak hal yang kemudian harus bisa dipotret oleh rekan-rekan," jelas Isir.
Selain menyampaikan informasi lalu lintas dan kondisi jalur mudik, Satgas Humas juga diminta untuk menginformasikan pemanfaatan hotline 110. Dia juga meminta Satgas melakukan sosialisasi keamanan rumah saat ditinggal mudik.
"Tolong yang ada di Posko memonitor kalau ada yang kemudian dia padat, macet, kemudian diarahkan keluar lagi nanti masuk lagi di gerbang tol mana, harapannya kemudian informasi ini bisa dimonitor terus oleh para warga kita yang sedang bergerak," kata Isir.
"Punya kita punya ada teknologi, entah itu WA blast, SMS blast, sampaikan tadi informasi simpel terkait dengan rekayasa lalu lintas menghindari titik perjumpaan kemacetan atau stuck. Lebih awal sudah bisa diinformasikan kepada masyarakat dan warga bisa kemudian mengantisipasi," sambungnya.
Dia meminta personel memantau perkembangan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk disampaikan kepada masyarakat. Dia meminta jajaran Humas Polri bekerja dengan setia dan ikhlas.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Mudik 2026 mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.

