SUARBERITA.COM - Mantan Presiden Joko Widodo memilih tidak memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Momen tersebut terjadi saat Jokowi tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), untuk menghadiri sidang terkait polemik ijazahnya. Di tengah kerumunan awak media, salah satu jurnalis sempat melontarkan pertanyaan mengenai kasus Listyo Sigit.
"Pak, tentang penangkapan Listyo bagaimana Pak? Soal penyadapan Listyo bagaimana Pak?" tanya hampir seluruh jurnalis yang hadir.
Namun, Jokowi tidak memberikan jawaban. Ia hanya terlihat tersenyum sembari menyapa warga yang menyambut kedatangannya, sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke gedung pengadilan.
Sikap diam Jokowi ini menjadi perhatian karena sosok Listyo Sigit bukan figur yang tidak memiliki hubungan dengan perjalanan politik mantan Presiden tersebut. Karier Listyo memiliki sejumlah persinggungan dengan Jokowi, bahkan sejak keduanya berada di Solo.
Saat Jokowi menjabat Wali Kota Solo, Listyo pernah menduduki posisi Kapolresta Surakarta. Hubungan profesional keduanya kemudian berlanjut ketika Listyo dipercaya menjadi ajudan Presiden Jokowi pada awal pemerintahannya di periode 2014–2019.
Pada 2021, Jokowi kemudian mengusulkan Listyo Sigit sebagai calon Kapolri kepada DPR. Listyo akhirnya dilantik menggantikan Jenderal Idham Azis.
Kini, nama Listyo justru terseret dalam perkara yang menyangkut dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.
Bareskrim Polri menetapkan Listyo bersama dua perwira tinggi Polri, yakni Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso, sebagai tersangka pada 3 November 2026. Penyidik menduga penyadapan dilakukan tanpa prosedur yang semestinya pada periode 2025–2026.
Kasus tersebut semakin menjadi perhatian karena sasaran penyadapan diduga tidak hanya Presiden, tetapi juga pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga kalangan pengusaha.
Dalam konteks itu, pertanyaan mengenai sikap Jokowi menjadi menarik untuk dicermati. Sebagai mantan presiden yang pernah mengusulkan Listyo menjadi Kapolri, apakah Jokowi akan memberikan pandangan mengenai perkara yang kini menjerat mantan anak buahnya tersebut?
Sejauh ini, tidak ada pernyataan Jokowi dalam momen di PN Jakarta Timur yang dapat menjelaskan pandangannya mengenai kasus tersebut. Senyum dan sikap diamnya hanya menjadi respons yang tertangkap kamera, bukan penjelasan mengenai apa yang ia ketahui tentang perkara itu.

