SUARBERITA.COM - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mengklaim sebanyak 1.850 warga berhasil terserap ke dunia kerja sepanjang 2025. Meski demikian, jumlah pencari kerja di Kota Baja diperkirakan meningkat pada 2026 seiring masuknya lulusan baru dan ketatnya persaingan di sektor industri.
Berdasarkan data Disnaker Kota Cilegon, jumlah pencari kerja saat ini mencapai sekitar 13.400 orang dan diproyeksikan bertambah hingga 14 ribu orang pada tahun 2026. Di sisi lain, rata-rata penyerapan tenaga kerja setiap tahun berada di kisaran 2.000 hingga 4.000 orang, bergantung pada kondisi pertumbuhan industri di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Cilegon, Hidayatullah, mengatakan dari total 1.850 tenaga kerja yang terserap sepanjang 2025, sekitar 100 orang di antaranya merupakan pekerja migran.
“Sebanyak 1.850 orang berhasil masuk kerja, dan 100 orang di antaranya merupakan pekerja migran,” kata Hidayatullah, dikutip dari detik.com, Senin (11/5/2026).
Dia menjelaskan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan perusahaan industri dan lembaga pelatihan kerja (LPK) agar kebutuhan tenaga kerja lokal dapat terpenuhi. Menurutnya, peningkatan kualitas kompetensi menjadi kunci agar warga Cilegon mampu bersaing di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kami terus membangun komunikasi dengan industri dan LPK agar peluang kerja, termasuk pekerja migran, bisa semakin meningkat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cilegon berharap perluasan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Hal ini dimaksudkan guna menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat daya saing warga di sektor industri.

