Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Diplomasi Energi dan Pangan Indonesia pada KTT 35 Tahun Kemitraan ASEAN–Rusia di Kazan 2026

Dwipa S20 Juni 202610.00 WIB
Diplomasi Energi dan Pangan Indonesia pada KTT 35 Tahun Kemitraan ASEAN–Rusia di Kazan 2026 - Foto 1
1/3

SUARBERITA.COM - Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono menyampaikan bahwa kualitas kemitraan menjadi faktor penentu ketahanan kawasan di tengah dinamika geopolitik global.

Dikutip dari kemlu.go.id (18/6/2026), Indonesia menekankan peran Rusia sebagai produsen utama energi dunia dalam mengamankan pasokan minyak, gas, dan pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai guna mendukung kemandirian energi nasional. Pada sektor pangan, kerja sama dengan Rusia sebagai eksportir pupuk dan gandum dipandang krusial untuk menjaga stabilitas harga dan akses pangan bergizi yang terjangkau bagi masyarakat ASEAN.

Selain isu sektoral, KTT juga membahas integrasi ekonomi ASEAN–Eurasia melalui peningkatan konektivitas, perdagangan, dan investasi. Penyelenggaraan ASEAN-Russia Business Forum di sela KTT mencerminkan upaya memperluas kerja sama ekonomi antarpelaku usaha. Mengenai situasi global, Indonesia menyambut kesepakatan damai AS–Iran sekaligus menyoroti kondisi kemanusiaan di Palestina, menegaskan komitmen menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

KTT menghasilkan empat dokumen: Deklarasi Kazan, Pernyataan Bersama bidang energi dan budaya, serta Rencana Aksi lima tahun ke depan. Dokumen-dokumen ini memperkuat kerangka kerja sama ASEAN–Rusia yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Partisipasi aktif Indonesia menunjukkan strategi diplomasi ekonomi yang memanfaatkan kemitraan eksternal untuk mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai prioritas nasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!