JAKARTA – Mempertimbangkan kondisi krisis geopolitik global, pemerintah membuka opsi kebijakan untuk work from home (WFH) sehari dalam seminggu. Kebijakan tersebut dinilai dapat menghemat bahan bakar minyak.
Dilansir dari laman resmi Kantor Berita Nasional Antara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto mengatakan bahwa kebijakan WFH akan ditetapkan pada sisa waktu bulan Maret 2026.
Lebih lanjut, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi negara, bahkan menghemat penggunaan energi.
(Muhammad Nadhif Firdausi)
