SUARBERITA.COM - Candi Borobudur menjadi tempat sakral yang digunakan untuk perayaan Waisak bagi umat Buddha. Perayaan Waisak menjadi momen tahunan di candi yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Setiap tahun, perayaan Waisak di candi Borobudur dihiasi pelepasan lampion yang indah di luar prosesi ibadah dan kirab budaya.
Dilansir dari laman resmi InJourney, ribuan lampion dilepaskan pada malam hari di Candi Borobudur saat puncak perayaan Waisak. Pelepasan lampion memiliki simbol harapan, kebangkitan, dan pencerahan bagi setiap orang yang hadir. Rangkaian acara perayaan Waisak termasuk pelepasan lampion menghadirkan suasana hangat dan damai.
Lebih lanjut, pelepasan lampion dalam perayaan Waisak dapat dihadiri selain non-Buddha karena bukan termasuk ritual keagamaan. Pelepasan lampion biasanya dilakukan dalam dua sesi yaitu sesi pertama pukul 18.00-19.00 WIB dengan open gate pukul 16.00-18.00 WIB dan sesi kedua pukul 22.00-23.00 dengan open gate pukul 21.00-22.00 WIB.
Selama perayaan Waisak, pengunjung Candi Borobudur diimbau mengedepankan toleransi seperti larangan mengambil foto dan video dekat biksu yang sedang beribadah, wajib menggunakan pakaian warna putih, dan disarankan membawa payung warna putih. Pengunjung juga diimbau untuk menjaga ketenangan saat momen sakral dan magis berlangsung.
Meski terdapat pelepasan lampion yang terbuka bagi non-Buddha, pengunjung harus memperhatikan aturan yang berlaku selama perayaan Waisak di Candi Borobudur sebagai bentuk toleransi keberagaman agama di Indonesia. Itulah sekilas tentang perayaan Waisak di Candi Borobudur dengan pelepasan lampion yang indah saat malam hari.

