Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan dengan AS di Swiss, Protes Ancaman Donald Trump

Abd Munib22 Juni 202610.40 WIB
Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan dengan AS di Swiss, Protes Ancaman Donald Trump

SUARBERITA.COM - Ketegangan hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah delegasi Iran meninggalkan lokasi perundingan yang berlangsung di Swiss pada Minggu (21/6/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan kembali menyerang Iran.

Menurut laporan kantor berita Tasnim yang mengutip sumber dekat tim perunding Iran, keputusan meninggalkan meja perundingan diambil setelah Trump menyampaikan ancaman terkait aktivitas kelompok yang didukung Iran di Lebanon. Trump disebut memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil tindakan militer apabila Teheran gagal membujuk kelompok tersebut untuk menghentikan aktivitas yang dianggap mengganggu stabilitas kawasan.

Aksi delegasi Iran itu menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomasi yang tengah dijalankan kedua negara. Perundingan tingkat teknis antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung secara tertutup di kawasan resor Burgenstock, Pegunungan Alpen, Swiss. Pertemuan tersebut dimediasi oleh Pakistan dan Qatar sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan yang terus berkembang di Timur Tengah.

Ketua tim negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, merespons ancaman Trump dengan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Dikutip dari Antara, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala bentuk tekanan maupun ancaman militer.

“Mereka (AS) sebaiknya berhati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap merespons. Apa pun yang mereka katakan, kami akan mengambil tindakan,” kata Ghalibaf dikutip dari Antara.

Sebelumnya, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa putaran pertama perundingan Iran-AS telah selesai dilaksanakan. Namun, insiden keluarnya delegasi Iran dari lokasi perundingan menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan mendasar yang berpotensi menghambat proses diplomasi.

Perkembangan ini menjadi sorotan internasional karena berisiko memperburuk hubungan Iran dan Amerika Serikat serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi perhatian dunia.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!