Eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan
Iran kini menjadi ancaman nyata bagi ekonomi Indonesia melalui lonjakan harga
energi dan ketidakpastian pangan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa
cadangan BBM nasional kita saat ini hanya mampu bertahan untuk sekitar 20
hingga 23 hari saja.
Kondisi ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi
minyak dunia, terutama di Selat Hormuz, yang membuat pasokan bahan bakar ke berbagai
negara menjadi tersendat.
Merespons situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya
menekankan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan nilai
tukar secara real-time karena tekanan global ini sudah masuk ke level yang
harus diantisipasi sektor keuangan.
Sementara Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan
lonjakan harga minyak. “Pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang
pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruhnya terputus,” kata JK
kepada awak media di rumah pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan, pada Ahad, 1 Maret 2026.
Kemudian, menurut JK, konflik ini juga berdampak pada
ratusan ribu warga negara Indonesia di kawasan tersebut. “Sekarang ratusan ribu
orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang naik umrah contohnya, itu tidak
bisa kembali pada dewasa ini,” ujarnya.

