Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Dampak perang AS-Israel dengan Iran bagi Ekonomi Indonesia

Maindarto Sukowati5 Maret 202616.34 WIB
Dampak perang AS-Israel dengan Iran bagi Ekonomi Indonesia

Eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini menjadi ancaman nyata bagi ekonomi Indonesia melalui lonjakan harga energi dan ketidakpastian pangan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa cadangan BBM nasional kita saat ini hanya mampu bertahan untuk sekitar 20 hingga 23 hari saja.

Kondisi ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi minyak dunia, terutama di Selat Hormuz, yang membuat pasokan bahan bakar ke berbagai negara menjadi tersendat.

Merespons situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya menekankan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan nilai tukar secara real-time karena tekanan global ini sudah masuk ke level yang harus diantisipasi sektor keuangan.

Sementara Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan lonjakan harga minyak. “Pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruhnya terputus,” kata JK kepada awak media di rumah pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad, 1 Maret 2026.

Kemudian, menurut JK, konflik ini juga berdampak pada ratusan ribu warga negara Indonesia di kawasan tersebut. “Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali pada dewasa ini,” ujarnya.  

Menurut dia, dampak perang AS-Israel dengan Iran mungkin tidak langsung terasa saat ini juga. “Tapi satu minggu akan terasa,” kata JK.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!