SUARBERITA.COM - Dahlan Iskan selaku Mantan Menteri BUMN sekaligus pendiri Jawa Pos, kembali menyoroti pembangunan Bandara VVIP di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, proyek ini justru menimbulkan pertanyaan besar karena pembangunan IKN saat ini dinilai belum berjalan optimal, sementara fasilitas bandara megah sudah lebih dulu disiapkan.
Dalam tulisannya yang berjudul “VVIP Selamanya?”, Dahlan mempertanyakan urgensi pembangunan bandara khusus tersebut. Ia menilai keberadaan Bandara Sepinggan di Balikpapan sebenarnya sudah cukup untuk menunjang akses menuju IKN.
Dilansir dari Kabarbursa.com, (06/05/2026), “Kenapa bandara VVIP itu dibangun sekarang?” ujar Dahlan Iskan dalam sebuah diskusi bersama ekonom Didik J.Rachbini. Ia menilai proyek infrastruktur besar seharusnya dibangun berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar simbol kemegahan.
Bandara VVIP IKN sendiri dibangun dengan landasan pacu sepanjnag 3.600 meter dan dirancang mampu melayani pesawat berawak besar. Namun menurut Dahlan, fasilitas sebesar itu berpotensi mubazir jika aktivitas pemerintahan dan ekonomi di IKN belum berkembang signifikan.
Ia juga menyinggung sejumlah proyek infrastruktur lain yang dianggap kurang optimal pemanfaatannya, seperti Bandara Kertajati hingga LRT Palembang. Menurut Dahlan, Indonesia jangan sampai kembali memiliki proyek besar yang akhirnya sepi penggunaan dan membebani anggaran negara.
Sebagai jalan keluar, Dahlan bahkan mengusulkan agar Bandara VVIP IKN nantinya bisa dialihkan menjadi fasilitas strategis lain, termasuk pangkalan militer, agar aset yang sudah dibangun tidak berakhir mangkrak.
Sorotan terhadap proyek IKN belakangan memang kembali menguat. Sejumlah pihak mulai mempertanyakan keberlanjutan pembangunan setelah beberapa proyek mengalami perlambatan dan fokus pemerintah disebut lebih diarahkan pada pemanfaatan aset yang sudah terbangun.

