SUARBERITA.COM - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) melakukan uji coba pendaftaran bantuan sosial (bansos) dengan pengenalan wajah (face recognition). Langkah ini menjadi bentuk digitalisasi sistem dengan mengutamakan keadilan agar penyaluran bansos tepat sasaran.
Dilansir dari TVRI, Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari dalam uji coba pendaftaran bansos di Surabaya pada Rabu (29/7) mengatakan, "Saya tadi mencoba sendiri di antara warga yang hadir melihat bagaimana proses pendaftaran itu dilakukan. Rasanya luar biasa, sangat canggih. Kita bisa menggunakan teknologi yang kekinian, face recognition atau pengenalan wajah.”
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan bahwa tahap verifikasi dengan teknologi digital mampu mencocokkan identitas secara otomatis melalui pengenalan wajah. Menurut Qodari, sistem ini membuat penyaluran bansos menjadi transparan dan lebih adil. Qodari juga menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan data yang menjadi pertimbangan terkait kelayakan penerima bansos.
"Tadi datanya langsung match. Ketika dilakukan cross-check dengan data dari berbagai kementerian dan lembaga lain informasinya langsung muncul. Sistem ini menjadi lebih adil karena menggunakan mesin, komputer, dan data valid yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga," ujar Qodari.
Sementara itu, uji coba pendaftaran bansos menggunakan pengelanan wajah dilakukan dengan penginputan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP ke dalam aplikasi. Kemudian, sistem secara otomatis melakukan verifikasi terkait kelayakan penerima bansos. Pemerintah berharap langkah ini menjadi terobosan baru dalam penyaluran bansos seiring kemajuan teknologi yang makin canggih.

