Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

China dan India Perketat Impor Batu Bara, Harga Acuan Newcastle Anjlok ke Level Terendah 2026

Dwipa S10 April 202620.00 WIB
China dan India Perketat Impor Batu Bara, Harga Acuan Newcastle Anjlok ke Level Terendah 2026 - Foto 1
1/2
SUARBERITA.COM – Pasar batu bara global sedang mengalami guncangan terberat dalam dua tahun terakhir. Harga acuan Newcastle (Australia) untuk kontrak Mei 2026 anjlok ke level US$98 per ton pada perdagangan Kamis (2/4), turun 22% sejak awal tahun. Penyebab utamanya adalah kebijakan pembatasan impor yang diterapkan oleh dua konsumen terbesar dunia, China dan India.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Sumber Daya China secara resmi menginstruksikan pembangkit listrik dan pabrik baja untuk memprioritaskan batu bara domestik. Beijing telah meningkatkan produksi tambang dalam negeri menjadi rekor 4,7 miliar ton per tahun. Sementara itu, India memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 15% untuk batu bara non-kokas sebagai bagian dari kampanye swasembada energi. "Permintaan impor batu bara termal dari kedua negara diperkirakan turun 30-40% pada semester II-2026," ujar analis dari S&P Global Commodity Insights.

Kondisi ini memukul para eksportir. Indonesia, sebagai eksportir batu bara terbesar dunia, mulai merasakan dampaknya dengan menumpuknya stok di pelabuhan-pelabuhan Kalimantan. Beberapa perusahaan tambang skala menengah dilaporkan mulai melakukan pemangkasan produksi. Sementara itu, Afrika Selatan dan Rusia juga berusaha mengalihkan ekspor ke pasar alternatif seperti Vietnam dan Filipina, namun volume tetap terbatas. Para analis memperkirakan tren bearish ini akan berlanjut hingga akhir 2026.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!