Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Bukan Cuma Panjat Pinang, Begini Cara Unik Daerah Merayakan Kemerdekaan

M Rayhan Wildani K17 Agustus 202607.30 WIB
Bukan Cuma Panjat Pinang, Begini Cara Unik Daerah Merayakan Kemerdekaan

SUARBERITA.COM - Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus tidak selalu identik dengan upacara bendera dan lomba di lingkungan kampung. Di sejumlah daerah, momentum kemerdekaan justru dirayakan melalui tradisi dan kegiatan budaya yang sudah melekat dengan kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Tradisi berupa perlombaan perahu panjang ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan keterangan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Pacu Jalur telah berkembang sejak masa penjajahan Belanda dan kemudian menjadi bagian dari berbagai perayaan masyarakat.

Tradisi tersebut terus berkembang setelah Indonesia merdeka. Bahkan, pemerintah Provinsi Riau mencatat Pacu Jalur menjadi salah satu agenda yang berkaitan dengan perayaan kemerdekaan. Pada 17 Agustus 2026, Festival Pacu Jalur Tradisional juga tercantum dalam agenda Pemerintah Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi.

Cara berbeda juga terlihat di Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jika sebagian masyarakat merayakan kemerdekaan dari lapangan atau halaman rumah, para pendaki justru membawa semangat 17 Agustus ke ketinggian.

Dilansir dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, setiap 17 Agustus puncak Gunung Prau menjadi tempat perayaan kemerdekaan bagi para pendaki. Untuk tahun 2026, Festival Gunung Prau tercatat sebagai agenda Kabupaten Wonosobo pada 17 Agustus 2026.

Di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, masyarakat memiliki cara berbeda dalam memeriahkan HUT RI. Dilansir dari situs resmi Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Parade Kesenian Selo menjadi salah satu agenda perayaan kemerdekaan yang digelar pada 17–19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya masyarakat setempat. Parade ini menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan kesenian daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Selo kepada masyarakat yang datang menyaksikan. Perayaan kemerdekaan pun tidak hanya berlangsung dalam bentuk upacara dan perlombaan, tetapi juga melalui pertunjukan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Dua tradisi tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan cara yang sama. Ada yang menghidupkannya melalui perlombaan di sungai, ada pula yang memilih mengibarkan Merah Putih dari puncak gunung.

Pada akhirnya, keberagaman cara merayakan 17 Agustus justru memperlihatkan satu hal: kemerdekaan punya banyak cara untuk dirayakan, tetapi semangat kebersamaan tetap menjadi benang merahnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!