Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Teknologi

BRIN Nilai IKN Jadi Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant di Indonesia

Ulfa Safira31 Juli 202619.17 WIB
BRIN Nilai IKN Jadi Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant di Indonesia

SUARBERITA.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi wilayah yang paling siap di Indonesia untuk mengadopsi konsep Virtual Power Plant (VPP) karena didukung infrastruktur kelistrikan yang telah dirancang secara modern.

VPP merupakan sistem yang mengintegrasikan berbagai sumber energi berskala kecil, seperti panel surya, turbin angin, dan baterai penyimpanan, sehingga dapat beroperasi layaknya satu pembangkit listrik terpadu.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Abdul Wachid Syamroni mengatakan penerapan VPP di Indonesia masih menghadapi tantangan pada kesiapan jaringan kelistrikan. Menurutnya, sebagian besar sistem kelistrikan yang ada belum dirancang untuk mengakomodasi pembangkit energi terbarukan yang bersifat fluktuatif.

"Saat ini sistem ketenagalistrikan kita terutama jaringan kelistrikan kita itu memang secara umum, global dimanapun, itu tidak didesain untuk berbasis renewable energy atau pembangkit yang berfluktuatif terhadap ketersediaan sumber daya alam," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Rabu (29/7), dikutip dari Antara

Abdul menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan IKN. Sejak tahap perencanaan, kawasan tersebut telah dipersiapkan menggunakan konsep infrastruktur modern, termasuk melalui pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) yang menempatkan jaringan utilitas di bawah tanah.

"Jadi tidak ada kabel yang terlihat seperti yang kita ketahui bersama. Dan mereka sudah tunneling, underground tunneling. Mereka menyebutnya multi utility tunnel, MUT," ujarnya.

Ia menambahkan, MUT di IKN mengintegrasikan jaringan listrik, kabel serat optik untuk komunikasi data, serta jaringan gas dalam satu terowongan utilitas. Infrastruktur tersebut dinilai mendukung penerapan teknologi berbasis digital seperti VPP.

"Di tunnel itu ada tiga unsur yang langsung dimasukkan. Yang pertama adalah listrik, yang kedua adalah fiber optik komunikasi data tersebut, yang ketiga adalah gas. Jadi sudah hampir dengan negara-negara maju ini apa yang sudah ada di IKN itu," lanjutnya.

Sementara itu, penerapan VPP di wilayah lain masih memerlukan peningkatan infrastruktur. Abdul menegaskan teknologi tersebut membutuhkan sistem digital yang didukung data secara real-time serta perlindungan keamanan siber. Meski demikian, ia menyebut sejumlah kawasan permukiman mandiri yang telah menggunakan jaringan listrik bawah tanah, seperti di Serpong, Tangerang Selatan, memiliki peluang untuk mengadopsi konsep VPP.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!