Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

BRIN Dorong Kampus Bertransformasi Menjadi Pusat Inovasi Nasional

Abd Munib10 Juni 202611.00 WIB
BRIN Dorong Kampus Bertransformasi Menjadi Pusat Inovasi Nasional

SUARBERITA.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong transformasi perguruan tinggi. Tujuannya agar selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan sekaligus menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan perguruan tinggi berperan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Menurutnya, kampus perlu bergerak melampaui fungsi sebagai penghasil lulusan berkualitas dan mulai berorientasi pada penciptaan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

Guna mendukung transformasi itu, BRIN menghadirkan berbagai program kolaboratif, antara lain pendanaan riset, Degree by Research, magang riset mahasiswa, Research Assistant hingga program mobilitas peneliti dan akademisi di tingkat internasional. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset kampus sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Transformasi perguruan tinggi diperlukan, tidak hanya sekadar teaching university, namun perlu berkembang menjadi research university, dan pada akhirnya menjadi innovation university yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, industri, dan pemerintah,” ujar Arif Antara, Selasa (9/6/2026).

Dia menambahkan, masa depan riset Indonesia sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi multipihak, terutama antara BRIN dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diyakini dapat melahirkan talenta unggul, mempercepat hilirisasi hasil riset, meningkatkan daya saing nasional serta menjadikan inovasi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menyatakan bahwa BRIN dan Unhas memiliki visi yang sejalan dalam menjadikan riset sebagai instrumen pembangunan yang berdampak luas. Menurutnya, kerja sama kedua institusi telah berlangsung di berbagai bidang strategis, mulai dari arkeologi, biodiversitas, kemaritiman, kesehatan, hingga pengembangan material dan biomassa yang mendukung agenda ekonomi hijau dan bioekonomi nasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!