SUARBERITA.COM - Upaya penyelamatan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas dari maraknya ancaman kebakaran hutan dan lahan terus dimaksimalkan oleh pemerintah pusat serta daerah melalui pelaksanaan pemadaman terpadu berbasis sinergi lintas lembaga.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau langsung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi Lampung Timur pada hari Minggu.
“Penanganan karhutla harus dilaksanakan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel, kecepatan respons, dan ketepatan penentuan lokasi prioritas,” ujar Kristomei Sianturi dikutip dari Antara pada Minggu (25/10/2026). Operasi gabungan tersebut melibatkan unsur BNPB, BPBD, TNI, Polri, BMKG, dinas pemadam kebakaran, serta Balai Taman Nasional Way Kambas.
Selain penanganan darat, pemadaman diperkuat teknologi Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan pesawat Cessna Caravan. Penyemaian natrium klorida sebanyak dua sortie digelar dengan total bobot seribu kilogram garam di wilayah Way Kambas serta Lampung Barat.
Kristomei menekankan pentingnya integrasi pemantauan udara, laporan tim darat, pemetaan titik panas, dan data BMKG. Penyelarasan informasi tersebut mendasari perumusan strategi operasional yang akurat demi melindungi ekosistem hutan nasional secara efektif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, petani, pemilik kebun, serta pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah karhutla dengan menerapkan metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan,” tuturnya. Sinergi ini diharapkan mampu menghentikan penyebaran api secara menyeluruh.
Langkah koordinasi intensif antarlembaga terus diperkuat secara berkala demi memastikan seluruh personel serta peralatan di lapangan dapat bekerja secara optimal. Komitmen bersama ini menjadi kunci utama dalam mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Perluasan kolaborasi lintas sektor serta kesadaran masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kawasan hutan konservasi dari bahaya ancaman karhutla yang berulang.

