SUARBERITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan pada Senin, 26 Oktober 2026. Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan cuaca yang dapat mengganggu aktivitas harian.
Berdasarkan peta potensi cuaca ekstrem BMKG, wilayah Sumatera yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, Sumatera Utara masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
Di Kalimantan, peringatan waspada hujan sedang hingga lebat berlaku untuk Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Peringatan tersebut merupakan prakiraan potensi cuaca, bukan kepastian bahwa seluruh wilayah di provinsi tersebut akan mengalami hujan dengan intensitas yang sama.
Potensi Hujan Masih Ada di Tengah Kondisi Kering
Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 23–29 Oktober 2026, BMKG menjelaskan bahwa kondisi panas dan relatif kering masih berpotensi berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Meski demikian, dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.
Sejumlah faktor atmosfer, seperti aktivitas gelombang ekuatorial, pertemuan dan perlambatan angin, serta kondisi atmosfer yang labil, dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tertentu.
Kondisi tersebut membuat potensi hujan tetap perlu diperhatikan meskipun sebagian wilayah Indonesia masih mengalami cuaca panas dan keterbatasan curah hujan.
Masyarakat Diminta Memantau Peringatan Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi, termasuk situs BMKG dan aplikasi InfoBMKG.
Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan saat hujan turun, terutama apabila disertai petir dan angin kencang. Langkah antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan perjalanan, genangan, maupun dampak cuaca ekstrem lainnya.
Informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan memeriksa pembaruan prakiraan untuk kota atau kabupaten masing-masing.

