SUARBERITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah Indonesia mulai 24 Juni hingga 7 Juli 2026. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan karena fenomena bulan purnama pada 30 Juni 2026 diperkirakan dapat memicu pasang maksimum air laut.
Berdasarkan hasil pemantauan water level dan prediksi pasang surut, BMKG menyebut potensi rob dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku.
"Adanya fenomena bulan purnama pada 30 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia," tulis BMKG dalam peringatan resminya.
Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak
Pulau Sumatera
Sumatera Utara: 30 Juni 2026 – Pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Kepulauan Riau: 30 Juni–6 Juli 2026 – Pesisir Batam; 28 Juni–5 Juli 2026 – Pesisir Dabo Singkep dan Karimun; 29–30 Juni 2026 – Pesisir Anambas dan Natuna.
Sumatera Barat: 27 Juni–4 Juli 2026 – Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, serta Kepulauan Mentawai.
Jambi: 1–3 Juli 2026 – Pesisir Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Kepulauan Bangka Belitung: 28 Juni–4 Juli 2026 – Pesisir Bangka dan Belitung.
Pulau Jawa
Banten: 25–30 Juni 2026 – Pesisir Utara Tangerang; 27–30 Juni 2026 – Pesisir Selatan Lebak dan Pandeglang; 29–30 Juni 2026 – Pesisir Utara Serang.
DKI Jakarta: 24 Juni–3 Juli 2026 – Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, dan Kalibaru.
Jawa Barat: 24 Juni–3 Juli 2026 – Pesisir Bekasi dan Karawang; 30 Juni–3 Juli 2026 – Pesisir Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
Jawa Tengah: 28 Juni–8 Juli 2026 – Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Jepara; 30 Juni–1 Juli 2026 – Pesisir Selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo; 1–3 Juli 2026 – Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang.
Jawa Timur: 28–30 Juni 2026 – Pelabuhan Surabaya; 29 Juni 2026 – Pesisir Tuban, Lamongan, dan Gresik.
Bali dan Nusa Tenggara
Bali: 28 Juni–4 Juli 2026 – Pesisir Selatan Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana.
Nusa Tenggara Barat: 27 Juni–4 Juli 2026 – Pesisir Lembar dan Bima.
Nusa Tenggara Timur: 28 Juni–2 Juli 2026 – Pesisir Pulau Sumba, Pulau Flores-Alor, Pulau Timor-Rote, dan Sabu Raijua.
Kalimantan
Kalimantan Selatan: 29 Juni–6 Juli 2026 – Pesisir Kotabaru, Tanah Bumbu, Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut.
Kalimantan Tengah: 30 Juni–5 Juli 2026 – Pesisir Kumai, Pantai Lunci, dan Kuala Jelai; 30 Juni–7 Juli 2026 – Pesisir Kuala Pembuang, Sampit, dan Kapuas.
Kalimantan Barat: 29 Juni–4 Juli 2026 – Sebagian bantaran Sungai Kapuas.
Sulawesi dan Maluku
Sulawesi Barat: 30 Juni–2 Juli 2026 – Pesisir Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.
Maluku: 25–30 Juni 2026 – Pesisir Ambon dan Maluku Tengah.
Dilansir dari detik, BMKG mengingatkan potensi banjir rob dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, perikanan darat, hingga mobilitas masyarakat di kawasan pantai.
BMKG juga meminta masyarakat, nelayan, pelaku usaha pelabuhan, serta pengelola kawasan wisata pantai untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut air laut selama periode peringatan berlangsung.

