SUARBERITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob di 18 wilayah pesisir Indonesia selama November 2026. Berdasarkan pembaruan informasi BMKG, terdapat 67 lokasi yang berpotensi terdampak dengan periode peringatan berbeda-beda, mulai awal hingga 17 November.
Dalam informasi resmi melalui laman Peringatan Dini Banjir Pesisir, BMKG menjelaskan potensi tersebut berkaitan dengan fenomena fase Bulan Baru pada 9 November 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
BMKG menyusun peringatan berdasarkan pemantauan data ketinggian muka air laut (water level) dan prediksi pasang surut. Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan air laut yang berpotensi menggenangi kawasan pesisir.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam daftar peringatan antara lain pesisir Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Di wilayah Jakarta, potensi rob berlaku pada 8–15 November, mencakup pesisir Jakarta Utara, Muara Angke, dan Penjaringan. Sementara di Jawa Barat, wilayah Bekasi dan Karawang masuk dalam periode 8–15 November. Pesisir selatan Jawa Barat juga berpotensi terdampak pada 8–14 November.
BMKG turut mencatat sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah, seperti Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, Jepara, Brebes, Tegal, dan Pemalang. Wilayah-wilayah tersebut tercantum dalam periode peringatan awal November, yakni 1–6 November.
Potensi rob juga meluas ke wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, hingga Maluku. Di antaranya pesisir selatan Bali, Lembar, Sumbawa, Bima, Tarakan, Pontianak, Ambon, dan Maluku Tengah.
Masa berlaku peringatan tidak seragam. Beberapa wilayah memiliki periode hingga 11 November, sementara pesisir Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Maluku Tengah tercatat memiliki potensi hingga 16–17 November.
BMKG mengingatkan bahwa informasi tersebut merupakan peringatan potensi, bukan kepastian seluruh wilayah akan mengalami banjir. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diharapkan memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dan kondisi pasang air laut, terutama saat periode peringatan berlangsung.
Informasi lengkap mengenai wilayah dan masa berlaku peringatan dapat dipantau melalui laman resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/peringatan-dini/banjir-pesisir.

