Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

BMKG: Hujan Dengan Intensitas Lebat Menjadi Salah Satu Pemicu Banjir Bandang di Solok

M Sayyid Ridhwan22 September 202615.52 WIB
BMKG: Hujan Dengan Intensitas Lebat Menjadi Salah Satu Pemicu Banjir Bandang di Solok
Solok Sumatera Barat, Sumber Web PKS Sumbar

SUARBERITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas lebat menjadi salah satu pemicu banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin, 21 September 2026 malam.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, BMKG telah menyampaikan peringatan dini cuaca sebelum kejadian. Informasi tersebut diberikan secara bertahap, mulai dari prakiraan tujuh harian, tiga harian hingga pemantauan cuaca dalam skala jam atau nowcasting.

"BMKG sudah memberikan peringatan dini secara bertahap, bahkan hingga pemantauan dalam skala jam. Informasi tersebut telah disampaikan jauh sebelum banjir bandang terjadi di Kabupaten Solok," ujar Andri dalam konferensi pers di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Berdasarkan catatan BMKG, curah hujan di wilayah sekitar Solok mencapai 94 milimeter per hari. Intensitas hujan tersebut dinilai cukup tinggi dan berkontribusi terhadap terjadinya banjir.

"Curah hujan yang tercatat di sekitar Solok mencapai sekitar 94 milimeter per hari dan masuk kategori lebat. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya banjir di wilayah tersebut," jelasnya.

Meski banjir bandang telah terjadi, BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia masih perlu diwaspadai. Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang masih mendapat perhatian dalam pemantauan cuaca untuk sepekan ke depan.

Andri menyebut selain wilayah Sumatera, potensi cuaca ekstrem juga masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

"Untuk beberapa hari ke depan, masyarakat di sejumlah wilayah masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua," katanya.

BMKG juga menjelaskan kondisi cuaca Indonesia saat ini tidak seragam. Sebagian wilayah masih mengalami kondisi kering karena pengaruh musim kemarau, sementara daerah lainnya justru berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

"Jadi ada dua kondisi yang berlangsung bersamaan. Sebagian besar wilayah masih berada dalam kondisi kering karena musim kemarau, tetapi di sejumlah daerah, termasuk beberapa wilayah di Sumatera, potensi hujan lebat masih perlu diwaspadai," ungkap Andri.

Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan informasi cuaca secara umum, tetapi juga memantau perkembangan kondisi atmosfer secara berkala, terutama ketika beraktivitas di wilayah yang memiliki potensi bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat kami imbau untuk terus memantau informasi cuaca secara real-time melalui berbagai kanal resmi BMKG," tegas Andri.

Banjir bandang sebelumnya menerjang Kabupaten Solok pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB. Material lumpur, batu, dan kayu sempat menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok.

Bencana tersebut juga berdampak pada kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah fasilitas dan peralatan kantor dilaporkan terdampak hingga terbawa arus banjir.

Hingga Selasa, 22 September 2026, proses penanganan dan pendataan dampak banjir bandang masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!