SUARBERITA.COM - Siklon Tropis Hagupit merupakan sistem badai atmosfer bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan hangat dan mampu memicu angin kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi. BMKG mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Hagupit di sekitar wilayah Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Meski bergerak menjauhi Indonesia, siklon diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca dan perairan khususnya di wilayah Maluku hingga Papua. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengatakan Siklon Tropis Hagupit berkembang dari Bibit Siklon Tropis 93W yang meningkat menjadi siklon tropis pada 6 Mei 2026 pukul 13.00 WIB.
Fenomena itu terpantau di luar wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Menurut Andri, siklon bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 12 knots atau sekitar 22 kilometer per jam. Pergerakan tersebut membuat siklon menjauhi wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis Hagupit memiliki kekuatan 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 998 hPa. Saat ini berada di kategori satu,” ujar Andri dikutip dari Kompas Tv, Jumat (8/5/2026).
BMKG menyebut dampak tidak langsung Siklon Tropis Hagupit masih berpotensi dirasakan hingga 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Dampak utama berupa peningkatan tinggi gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan perikanan di kawasan timur Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut di wilayah Maluku hingga Papua, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang sedang akibat pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Hagupit.

