SUARBERITA.COM - Kementerian Koperasi (Kemenkop) merespons keluhan peserta terkait gangguan sistem computer assisted test (CAT) pada seleksi manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang ramai dibicarakan di media sosial.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan laporan mengenai kendala tersebut sudah dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan panitia seleksi nasional (Panselnas) untuk segera ditindaklanjuti.
Ia menjelaskan rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih merupakan seleksi bersama yang dikoordinasikan BP BUMN. Sementara pelaksanaan teknis tes, termasuk penggunaan kantor regional BKN di 26 provinsi, berada di bawah tanggung jawab BKN.
“Nah kami tentu saja bagian dari Panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga Panselnas di bawah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB),” ujar Farida dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan penjelasan lebih lanjut terkait gangguan teknis akan disampaikan langsung oleh BKN sebagai pelaksana CAT.
Sementara itu, BKN mengaku telah memantau berbagai kendala selama pelaksanaan tes, termasuk kesulitan peserta menyelesaikan soal dalam waktu terbatas akibat tingginya akses sistem secara bersamaan.
Peserta diminta tetap tenang dan tidak berulang kali menekan jawaban karena pilihan yang tersimpan otomatis masuk ke basis data sistem.
“Peserta juga diminta memberi jeda agar sistem dapat memproses jawaban secara optimal saat trafik akses sedang tinggi,” tulis keterangan BKN.
BKN memastikan sistem CAT terus dioptimalkan agar pelaksanaan tes massal berjalan lancar sekaligus menjaga keamanan selama ujian berlangsung.
Hingga hari keempat pelaksanaan, sebanyak 140.211 peserta telah mengikuti tes dari total 483.648 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Ujian kompetensi dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026.

