SUARBERITA.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo menginstruksikan Kementerian PU untuk menangani longsoran gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan alat berat. Gempa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8) yang berpusat sekitar 30 kilometer di timur laut Nagekeo-Mbay.
Dilansir dari TVRI, Dody dalam keterangan pers mengatakan, “Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan.”
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa gempa berdampak terhadap sejumlah ruas jalan nasional di Pulau Flores. Menurut Dody, longsoran material menutup dan mengganggu ruas jalan untuk mobilitas kendaraan. Dody juga menjelaskan bahwa personel dan peralatan berat telah dikerahkan untuk memastikan akses agar masyarakat tidak terisolasi pascagempa.
“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” ujar Dody.
Sementara itu, ruas jalan nasional yang terdampak gempa yaitu Malwatar–Batas Kota Ruteng, Ruteng–KM 210, Ruteng–Reo–Kedindi, KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, Gako–Aigela–Batas Kota Ende, Danga–Marapokot, Kota Ende–Wolowaru, dan Wolowaru–Maumere.
Penanganan oleh personel dan alat berat kini telah dikerahkan. Sejumlah satu unit loader dan satu unit excavator dikerahkan untuk membersihkan longsoran, sedangkan tambahan dua unit loader dan satu unit excavator dikerahkan untuk membuka akses jalan guna menjaga konektivitas antarwilayah pascagempa.

