SUARBERITA.COM – Seorang bayi berumur 1.5 tahun dilaporkan mengalami Hipotermia setelah diajak oleh orang tuanya mendaki Gunung Ungaran. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah adanya laporan mengenai kondisi bayi yang memburuk akibat suhu dingin ekstrem di kawasan pegunungan.
Bayi tersebut mengalami penurunan suhu tubuh yang signifikan dikarenakan badan bayi yang belum mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan bersuhu rendah. Tim evakuasi segera turun tangan untuk memberikan penanganan medis darurat.
Dilansir dari Detik.com, (13/04/2026), Kasus ini tidak hanya memicu perhatian publik tapi juga dari kalangan medis, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang menegaskan bahwa bayi masih sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Mereka mengimbau para orang tua agar tidak membawa anak, terutama bayi ke aktivitas berisiko tinggi seperti pendakian gunung.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama, terutama dalam kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan daya tahan tubuh mereka.

