SUARBERITA.COM - Beberapa waktu terakhir, ditemukan pelacak di mobil milik Tiyo Ardianto selaku Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM). Menanggapi hal ini, pihak istana melalui Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia membantah pemasangan pelacak.
Dilansir dari Kompas, Muhammad Qodari selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia dalam keterangan pers pada Kamis (18/6) mengatakan, “Yang masang ini mungkin amatiran. Kalau yang canggih, negara sudah nggak pakai teknologi itu lagi. Nah, bukan mustahil itu juga adalah upaya adu domba sebetulnya.”
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan bahwa Tiyo tidak berhak menuding negara sebagai pelaku pemasangan pelacak tanpa bukti yang kuat. Menurut Qodari, Tiyo telah menggiring opini publik yang dapat mengadu domba masyarakat dan negara. Qodari juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui soal pemasangan pelacak di mobil milik Tiyo.
Sementara itu, sekelas intelejen negara tidak menggunakan pelacak yang dipasang di mobil jika mencari seseorang karena termasuk strategi kuno. Keberadaan pelacak di mobil milik Tiyo justru masih dipertanyakan soal pihak yang memasangnya. Pemerintah dalam hal ini mengimbau untuk menerapkan asas praduga tak bersalah sampai ditemukan bukti yang kuat.

