Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga 50 bps Menjadi 5,25 Demi Memperkuat Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Dwipa S21 Mei 202617.00 WIB
Bank Indonesia Naikan Suku Bunga 50 bps Menjadi 5,25 Demi Memperkuat Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

SUARBERITA.COM - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%, dengan tujuan memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah menghadapi gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Kenaikan suku bunga lainnya juga dilakukan untuk menjaga inflasi dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027. Kebijakan ini sejalan dengan fokus pada stabilitas moneter, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang mendukung kegiatan ekonomi digital.

Dikutip dari bi.go.id (20/5/2026), Langkah-langkah yang diambil termasuk penguatan intervensi valuta asing dan peningkatan struktur suku bunga instrumen moneter, serta kebijakan yang memperkuat fleksibilitas pengelolaan likuiditas dan mendorong kredit ke sektor riil. Kebijakan makroprudensial longgar diteruskan untuk meningkatkan pembiayaan perbankan, diiringi dengan penguatan hubungan dengan pemerintah untuk mendorong penyaluran kredit.

Strategi digitalisasi dalam sistem pembayaran juga diperkuat, selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Program QRIS ditargetkan untuk mencakup 47 juta merchant pada 2026, mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital.

Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 di kisaran 4,9–5,7%, meskipun kondisi ekonomi global memburuk dengan meningkatnya inflasi global hingga 4,3%. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia menunjukkan surplus yang menurun, dan sehingga diperlukan sinergi kebijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

Meskipun banyak tantangan, pertumbuhan kredit perbankan tetap tercatat stabil, dengan penguatan pengawasan terhadap bank untuk menjaga risiko tetap rendah. Dengan ketahanan perbankan yang tergambar dari rasio kecukupan modal dan risiko kredit yang rendah, Bank Indonesia mengalami peningkatan likuiditas dan upaya untuk meningkatkan aliran modal asing. Dalam menghadapi tantangan yang ada, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi agar tetap dalam sasaran yang ditetapkan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!