Bali
United tampil solid saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League
2025/2026. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Serdadu Tridatu menang
meyakinkan dengan skor 2-0.
Laga
ini praktis berubah sejak awal pertandingan. PSM harus bermain dengan 10 orang
setelah Yuran Fernandes menerima kartu merah pada menit ke-4. Situasi tersebut
membuat tim tamu berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.
Bali United memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Diego Campos membuka keunggulan pada menit ke-17, sebelum Irfan Jaya memastikan kemenangan lewat gol kedua di menit ke-78.
Menurut
laporan Liputan6, Bali United memang tampil menekan sejak awal dan mampu
mengontrol jalannya pertandingan setelah unggul jumlah pemain.
Jika
melihat data pertandingan, Bali United tampil jauh lebih dominan dalam hampir
semua aspek permainan.
Penguasaan
bola: 65% vs 35%
Tembakan:
21 vs 16
Tembakan
tepat sasaran: 8 vs 7
Serangan:
109 vs 52
Serangan
berbahaya: 72 vs 33
Statistik
ini menunjukkan bagaimana Bali United tidak hanya unggul jumlah pemain, tetapi
juga mampu mengendalikan tempo permainan dan terus menekan lini pertahanan PSM.
Meski kalah jumlah pemain, PSM tetap berusaha memberikan perlawanan dan mencatatkan 16 percobaan tembakan sepanjang laga.
Disiplin
Pemain Jadi Faktor Penting Selain kartu merah untuk Yuran Fernandes,
pertandingan ini juga diwarnai dua kartu kuning dari kubu Bali United.
Bagas
Adi Nugroho menerima kartu kuning pada menit ke-42, disusul Ricky Fajrin
Saputra pada menit ke-71. Intensitas permainan yang tinggi membuat duel di
lapangan berlangsung cukup keras.
Kemenangan
ini semakin menegaskan dominasi Bali United atas PSM dalam beberapa pertemuan
terakhir. Bahkan, dalam lima laga terakhir, Bali United belum terkalahkan saat
menghadapi Juku Eja.
Selain
itu, hasil ini juga melanjutkan tren positif Bali United yang sebelumnya sudah
mampu mengalahkan PSM dengan skor serupa pada pertemuan awal musim.
Dengan
performa seperti ini, Bali United menunjukkan kualitas sebagai tim yang solid
dan efektif, terutama saat mampu memanfaatkan situasi di lapangan.

