SUARBERITA.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat setelah polemik penilaian juri memicu kritik publik. Keputusan itu diambil menyusul protes peserta dan masyarakat terkait dugaan ketidakadilan dalam penilaian terhadap tim SMAN 1 Pontianak pada babak final yang viral di media sosial.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengakui terdapat kekurangan dalam pelaksanaan lomba tersebut. Ia menyebut keputusan untuk mengulang final diambil setelah pimpinan MPR mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat.
“Dalam kasus Kalimantan Barat, kami memahami ada kekurangan, keterbatasan, dan kekhilafan dalam penyelenggaraan itu,” kata Muzani dikutip dari detik.com, Kamis (14/5/2026).
Polemik mencuat setelah beredarnya rekaman penilaian juri yang dinilai tidak objektif. Situasi tersebut kemudian memicu reaksi luas, terutama karena ajang LCC Empat Pilar dipandang sebagai sarana edukasi nilai kebangsaan dan demokrasi bagi pelajar.
Muzani memastikan pelaksanaan ulang final akan digelar dalam waktu dekat. MPR juga memutuskan mengganti juri internal dengan juri independen untuk memastikan transparansi dan objektivitas penilaian.
“Satu, Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang. Yang kedua, juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” ujarnya.
Selain itu, pimpinan MPR disebut akan mengawasi langsung jalannya lomba ulang tersebut. MPR juga mengapresiasi peserta yang menyampaikan kritik dan protes sebagai bagian dari praktik demokrasi.
MPR telah memanggil dua juri yang menjadi sorotan publik dan memberikan teguran. Lembaga MPR sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf resmi kepada peserta dan masyarakat atas polemik yang terjadi serta berkomitmen melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

