SUARBERITA.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyindir kalangan mampu hingga pejabat pemerintah yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Pernyataan ini disampaikan di saat kenaikan harga BBM non-subsidi dalam beberapa waktu terakhir dengan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo oleh PT Pertamina yang mencapai Rp19.400 per liter.
Dilansir dari TribunNews, (21/04/2026), Bahlil menegaskan bahwa BBM subsidi, seperti contohnya pertalite diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Ia menilai Tindakan orang kaya yang beralih menggunakan BBM subsidi sama saja dengan mengambil hak masyarakat kecil.
Tidak hanya orang dengan kemampuan ekonomi tapi Bahlil juga menyinggung para pejabat yang ikut menggunakan BBM subsidi. Ia mempertanyakan sikap tersebut dengan nada tegas, menyebut bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan seharusnya memiliki rasa malu.
Kini, pemerintah sendiri juga telah menyiapkan langkah pengendalian, salah satunya dengan cara membatasi pembelian BBM subsidi untuk kendaraan tertentu.

