SUARBERITA.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pendanaan program biodiesel B50 tetap aman meski harga minyak mentah dunia meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Bahlil menyebut kenaikan harga minyak hingga di atas US$90 per barel tidak mengganggu kemampuan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam mendukung pelaksanaan program B50.
"Menyangkut dengan subsidi dari BPDPKS dengan harga minyak yang di atas rata-rata US$90 per barel ICP (Indonesian Crude Price), itu kita tidak ada persoalan di BPDPKS termasuk dengan B50," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Selasa (28/7), dikutip dari CNN Indonesia
Ia mengatakan pemerintah tetap menjaga keseimbangan penggunaan crude palm oil (CPO) untuk kebutuhan energi dan pangan. Kebutuhan dalam negeri akan menjadi prioritas sebelum kelebihan produksi dialokasikan untuk ekspor.
"Doakan saja mudah-mudahan ke depan keseimbangan akan terus terjadi, termasuk di dalamnya dengan kita menaikkan menjadi program B50 itu kan ada penambahan CPO. Dan itu semua bisa teratasi dengan tetap menjaga kebutuhan domestik, selebihnya baru kita melakukan ekspor," ujarnya.
Selain itu, Bahlil memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman. Stok BBM, minyak mentah, dan LPG disebut berada di atas batas minimum nasional.
"Kami juga melaporkan tentang geopolitik, peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai. Tapi kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insya Allah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG," ujar Bahlil.
Pemerintah juga memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi meski harga minyak dunia mengalami fluktuasi.
"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk di dalamnya adalah LPG subsidi," ujarnya.

