SUARBERITA.COM - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai kasus penipuan paket wisata premium berdampak terhadap citra Labuan Bajo dan kepercayaan wisatawan.
Ketua ASITA NTT Oyan Kristian mengatakan keberadaan agen wisata tidak resmi berpotensi membuat wisatawan ragu melakukan pemesanan perjalanan ke Labuan Bajo.
“Kasus ini merusak citra pariwisata Labuan Bajo dan menurunkan tingkat kepercayaan wisatawan untuk berkunjung,” ujarnya, Jumat (14/8), dikutip dari Antara
Karena itu, Oyan meminta pemerintah memperketat akses reservasi dan pembelian tiket masuk destinasi wisata, termasuk Taman Nasional Komodo. Menurutnya, layanan tersebut seharusnya hanya dapat diakses agen perjalanan yang memiliki izin usaha di NTT.
“Yang tidak punya izin tidak diberikan akses. Sehingga siapapun tamu wisatawan dia harus menggunakan travel agent lokal yang punya izin usahanya,” ujarnya.
Oyan juga mengusulkan agar akses pembelian tiket Taman Nasional Komodo melalui aplikasi SIORA diberikan kepada agen perjalanan resmi. Langkah tersebut, menurut dia, perlu dibarengi sosialisasi kepada wisatawan agar memilih pelaku usaha pariwisata yang memiliki izin.
“Ini harus disosialisasikan, digaungkan, dipromosikan oleh pemerintah daerah setempat baik kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera menertibkan agen wisata ilegal secara konsisten untuk mencegah kasus serupa dan memulihkan kepercayaan wisatawan terhadap Labuan Bajo.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Manggarai Barat menahan SO (33), warga asal Bekasi yang berdomisili di Labuan Bajo, terkait dugaan penipuan dan penggelapan paket wisata premium.
Pelaku diduga membawa kabur uang Rp244,2 juta milik LN (56), pelaku usaha pariwisata asal Kanada. Kasus tersebut juga membuat 22 wisatawan asal Tiongkok terlantar di Labuan Bajo karena kapal yang dijanjikan pelaku tidak pernah disewa.

