SUARBERITA.COM - Dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini hanya dirasakan dari sulitnya proses pemadaman. Asap tebal yang terus menyelimuti kawasan sekitar juga mulai berdampak pada kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan sebagian besar pasien merupakan balita dan ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. “Ada 154 orang berobat jalan semua dan sudah diobati,” ujar Hendra, Kamis (2/7), dikutip dari SindoNews.
Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, Dinas Kesehatan telah membuka empat posko kesehatan di sekitar area terdampak dan menerjunkan 25 tenaga kesehatan yang bertugas secara bergantian, termasuk pada malam hari guna melayani warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Asap pekat yang belum juga menghilang membuat kualitas udara di sejumlah wilayah sekitar TPA memburuk. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, lebih berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan apabila terus terpapar.
Selain kecamatan Mauk, dampak asap juga mulai dirasakan warga di Kecamatan Rajeg dan Sukadiri. Mengantisipasi kemungkinan arah angin berubah dan memperluas sebaran asap, seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang telah diminta meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan masker dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah juga mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama asap masih menyelimuti kawasan terdampak. Penggunaan masker dan pemeriksaan kesehatan sejak muncul gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi tenggorokan dinilai penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Hingga kini, proses pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin masih terus berlangsung. Petugas gabungan bersama pemerintha daerah terus berupaya memadamkan titik-titik api yang masih menyala agar dampak terhadap kesehatan dan lingkungan tidak semakin meluas.

