Arus mudik menuju Madura mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan kepolisian di sekitar Jembatan Suramadu, lonjakan kendaraan terjadi sejak 17 Maret dan terus berlanjut hingga 19 Maret 2026.
Petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaporkan bahwa arus kendaraan yang mengarah ke Pulau Madura didominasi oleh pemudik roda dua. Pada 17 hingga 18 Maret, volume kendaraan mulai terlihat padat, terutama di sisi Bangkalan. Kondisi tersebut bahkan sempat disebut membeludak pada jam-jam tertentu, meskipun masih dalam kategori terkendali.
Memasuki 19 Maret, peningkatan jumlah pemudik semakin terasa. Arus lalu lintas di akses Suramadu terpantau ramai lancar, dengan petugas terus melakukan pengaturan di pos pengamanan untuk mencegah kemacetan total.
Namun kondisi berbeda justru terjadi di wilayah Bangkalan bagian timur. Di jalur menuju Kecamatan Blega, arus kendaraan dilaporkan mengalami kemacetan cukup parah. Antrean panjang kendaraan, didominasi sepeda motor dan kendaraan pribadi, terlihat mengular terutama pada jam padat pagi dan sore hari.
Dalam keterangan resminya kepada media di Pos Pengamanan Suramadu, kepolisian menyebut kenaikan arus ini merupakan bagian dari tren awal mudik Lebaran (Sumber: rilis Polres Pelabuhan Tanjung Perak, 19 Maret 2026).
“Kami melihat adanya peningkatan signifikan kendaraan menuju Madura, terutama sepeda motor. Namun hingga saat ini arus masih ramai lancar dan belum terjadi kepadatan ekstrem,” ujar petugas.
Sementara itu, Polres Bangkalan menyatakan telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan rekayasa lalu lintas di jalur utama, termasuk arah Blega, untuk mengurai kepadatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum perjalanan,” demikian imbauan kepolisian.
Dengan tren yang terus meningkat, puncak arus mudik menuju Madura diperkirakan masih akan terjadi sampai h-1 idul fitri.

