Arus kendaraan menuju Pulau Madura mulai mengalami peningkatan sejak pertengahan Maret 2026. Jalur Jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah Madura terlihat semakin ramai oleh kendaraan pemudik, terutama sepeda motor dan mobil pribadi.
Berdasarkan pemantauan lalu lintas, arus mudik menuju Madura mulai meningkat sejak 12 Maret 2026, dengan sekitar 7.000 kendaraan melintas menuju Madura. Jumlah tersebut kemudian meningkat pada 13 Maret menjadi sekitar 12.000 kendaraan, sebelum naik lagi pada 14 Maret dengan volume kendaraan mencapai sekitar 18.000 kendaraan.
Lonjakan arus kendaraan mulai terlihat pada 15 Maret 2026. Pada hari tersebut jumlah kendaraan yang melintas menuju Madura diperkirakan mencapai 34.000 kendaraan. Hingga 16 Maret 2026, volume kendaraan yang melintas melalui Suramadu diperkirakan meningkat menjadi sekitar 40.000 kendaraan.
Petugas kepolisian yang melakukan pemantauan di kawasan Suramadu menyebut peningkatan arus kendaraan tersebut merupakan pola yang umum terjadi menjelang puncak mudik Lebaran.
“Arus kendaraan dari Surabaya menuju Madura mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir. Namun secara umum lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali,” ujar petugas dari Korlantas Polri yang bertugas di jalur Suramadu.
Sebagian besar pemudik diketahui berasal dari kawasan industri di Surabaya dan sekitarnya. Mereka umumnya pulang ke daerah asal di Madura seperti Sampang , Pamekasan, hingga Sumenep menggunakan sepeda motor maupun kendaraan pribadi. Sumber Detik jatim
Dengan tren peningkatan tersebut, arus kendaraan menuju Madura diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan menjelang puncak mudik Lebaran.

